Opportunity VS Branding?

_MG_7099

Impulsive buying dan hubungannya dengan opportunity pada era digital marketing di industry food and beverage dalam kaitannya meningkatkan penjualan.

_MG_7099

 

Ketatnya kompetisi di industry ini serta perubahan yang terjadi pada dunia usaha membuat terjadinya pemindahan atau shifting perilaku konsumen dari perilaku lama ke perilaku baru yang erat kaitannya dengan kondisi digital marketing sekarang. Era digital marketing membuat peluang atau opportunity setiap produk F&B hampir sama. Ini membuat teori Branding yang kita kenal jadi sedikit kurang efektif (saya tdk mengatakan sudah tidak efektif). Berarti peluang untuk mendapatkan kesempatan begitu tinggi dapat dilakukan oleh setiap pelaku bisnis di industry ini. Keputusan membeli di dapat karena adanya perintah dari otak dasar manusia untuk menyatakan bahwa saya harus memiliki produk ini, sehingga di fase ini lah yang biasanya di gunakan oleh pelaku pemasaran untuk menerapkan konsep “percieve value” yaitu diselipkan pemahaman bahwa harga produk tersebut masuk akal dan sesuai untuk di bayar sebesar itu. Visual yang kuat dengan pesan yang bagus akan sangat membantu kesuksekan pengambilan keputusan di fase ini, dengan visual yang jelas pesannya juga akan memberikan penyampaian “Percieve Value” berjalan baik. Tehnik pemasaran yang bagus untuk industry ini.

 

Impulsive buying adalah keputusan membeli yang terjadi tanpa di rencanakan terlebih dahulu, contohnya seperti pada saat seseorang hendak ke mini market untuk membeli sabun tangan misalnya, pada saat mengantri hendak membayar di kasir dia melihat ada permen coklat dan akhirnya dia membeli, kenapa? Karena pada saat dia berdiri mengantri sekitar 5 menit panca indranya menangkap visual permen coklat yang  begitu menarik pada warna kemasan serta packaging nya, pada saat tersebut otak memerintahkan untuk memiliki produk yang terlihat menarik itu. Nah impulsive buying akan berhasil bila visual yang diserap oleh otak mendorong untuk membeli produk tersebut. Visual yang baik adalah yang mampu membuat orang untuk tergerak membeli produk tersebut walaupun kondisinya tidak direncanakan. Ini bahkan harus kita terapkan pada pemasaran di industry food and beverage photography.

 

Kesimpulannya, peluang atau oportunity sangat penting dibutuhkan pada era digital marketing saat ini, karena pada kesempatan yang baik tersebut kita dapat menerapkan “impulsive buying” sehingga keputusan membeli dapat terjadi dengan cepat tanpa adanya hamabatan atau gangguan, tetapi jangan lupa, impulsive buying tidak akan terjadi bila tidak ada visual yang efektif dan kuat yang dapat menyampaikan pesan pada otak untuk langsung membeli. Opportunity dapat porsi lebih besar dalam meningkatkan penjualan di banding dengan Branding, boleh jadi Branding dibuat untuk menguatkan posisi tetapi bila peluangnya kecil untuk di lihat, sesempurna apapun program Branding tersebut tidak akan terlaksana dengan baik.

 

Visual yang baik membuat pesan sampai, ditambah dengan kesempatan yang ada menimbulkan pembelian tanpa hambatan, pembelian terjadi, omset meningkat. Pada industry ini,  proses tersebut di atas sangatlah dibutuhkan.

Desky,

Comments are closed.